Sabtu, 22 Juni 2019

[DORR]

Aku tak mengerti lagi. Kenapa aku tiba-tiba berada dalam suasana mengerikan seperti ini. Siapa yang mengirimku ke sini?
DORR-DORR
Arif terbunuh dibalik pilar-pilar bangunan. Aku ingin menolongnya tetapi wanita itu ingin membunuhku. Tidak ada pilihan lain.
Aku pergi.
Sebenarnya, siapa dia dan kenapa dia membunuh teman-temanku? Sepertinya aku kenal dia, tetapi wajahnya tertutup masker. Rambutnya diikat dua sisi, seperti orang aneh. Dia memakai gaun putih berjaket merah muda. Roknya pendek dan ia masih muda.
Dengan pistol di tangan kiri dan pisau daging di tangan kanan, ia membantai semuanya. Tubuhnya bersimbah darah korban-korbannya. Sementara itu, ia terus mengejarku sambil tertawa dan memanggil-manggil namaku.
"Yuddiii... Yuddiii.. AHAHAHA"
Aku terdesak. Aku hanya bisa berlindung di balik meja yang terus-menerus mendapat tembakan. Sesekali aku membalas balik, tapi entah kenapa pistolku selalu macet.
Tunggu! Darimana pistol ini?
"Lihat, Yuddii... Apakah pistolmu rusak? Hahaha... Sampai kapan pun kau tak kan bisa membunuhku!!!" Sial. Aku tak bisa membalas. Aku hanya bisa menunggu sampai pelurunya habis. Sesaat kemudian, tembakan berhenti. Yeah, ini kesempatanku untuk lari!
Tiba-tiba "Hey, Yuddi... Aku mencintaimu!" DORR Timah panas menembus dadaku. Jantungku terkoyak dan aku tak bisa bernafas. Badanku terhuyung ke belakang. Kepalaku pening sekali. Aku mati rasa. Sial, bagaimana aku bisa tamat tanpa mengetahui kenapa...
14 Juni 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar