Pangkalan Bulan Tiongkok HE-103, 5 Januari 2026
“Benar kata Elon Musk. Ternyata kita adalah Von Neumann machine, hahahaha…” kata Komandan Guang Hong.
“Maksudmu, kita adalah mesin yang dikirim alien untuk menggandakan kehidupan di Bumi?” sahut Mayor Zang.
“Kalau menurutku, kita tak lain hanyalah ‘sel sprema’ yang sedang ‘membuahi’ Bulan,” kata Letnan Yui Chen.
“Hahaha… menarik sekali kamu bisa menghubungkannya dengan pemikiran James Lovelock itu… Hipotesis Gaia, kah?” tanya Komandan Guang Hong.
“Jangan-jangan Bumi, Bulan, dan seluruh alam semesta adalah makhluk hidup, ya Komandan? Masing-masing dilahirkan, mati, menggandakan diri, dan membuat keajaiban seperti ini,” sahut Letnan Yui Chen.
“Hahaha… kau benar sekali, Letnan Yui Chen. Sekarang, keajaiban itu benar-benar ada di depan kita!”
Mereka bertiga akhirnya sampai di bulan. Di depan terdapat ladang-ladang hijau tempat kehidupan berada di tengah gurun gersang yang kadang beku, kadang seperti neraka. Mereka mendarat di daerah dekat kutub Utara, di mana air terdapat dalam bentuk es dan intensitas cahaya matahari lebih tinggi. Untuk mendapatkan air, mereka mencairkannya dalam wadah tertutup bertekanan khusus dengan menggunakan energi matahari. Kemudian, sebagiannya dibiarkan menguap dengan proses fotolisis yang menghasilkan gas hidrogen untuk bahan bakar dan oksigen untuk bernafas. Sebagian oksigen digunakan untuk respirasi berbagai mikroba yang akan menghasilkan hasil samping berupa gas CO2 dan berbagai nutrien yang sangat dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis. Semuanya saling berhubungan dan membentuk siklus yang berkelanjutan. Jadi, tempat ini bukan hanya tempat terideal untuk sebuah ladang, melainkan ekosistem!
Benar-benar suatu hal yang luar biasa untuk mengetahuinya, apalagi melihatnya dengan mata kepala sendiri. Setidaknya itulah yang dialami oleh Letnan Yui Chen yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Bulan. Ia sangat terpukau dan tercenung begitu lama. Senyum lebarnya yang tak dapat ia sembunyikan membuatnya tersipu dilihat Komandan Guang Hong dan Mayor Li Zhang. Bagi veteran seperti mereka, ini hanyalah kesenangan kecil yang membuat mereka sedikit bernostalgia. Misi ini memang berat, tetapi semua ini setara dengan tiket pertunjukan sebuah mukjizat yang hebat.
Sambil berjalan menuju area ladang, Letnan Yui Chen tak berhenti-hentinya melihat pemandangan sekitar. Selain takjub dan penasaran, ia juga mengumpulkan informasi dan mencoba menganalisisnya. Di samping kiri-kanan, terdapat robot-robot yang sedang bekerja menambang tritium dan pabrik-pabrik besar yang mengolahnya. Cerobong pabrik itu mengeluarkan asap-asap hitam. Asap itu diluncurkan ke atas dan lepas begitu saja ke ruang angkasa karena gravitasi bulan yang rendah. Sebagian kecil, berupa material bermassa jenis tinggi, jatuh kembali ke permukaan menjadi bercak-bercak hitam yang menjadi polusi di sana. Kemungkinan polusi itulah yang menyebabkan keanehan di ladang.
Setelah berjalan sekitar 30 menit, mereka akhirnya sampai di depan area ladang.
“Hahaha… akhirnya kita sampai. Baik, karena di sini ada banyak tempat, kita bagi saja tugasnya. Mayor Li Zhang, tolong periksa ruang kontrol, pengelolaan sistem, dan lumbung. Letnan Yui Chen, ikut aku memeriksa fasilitas habitasi ini dan semua plantnya!”
“Siap, Komandan!”
Mereka bertiga pun mlai berpencar dan menyelidiki tempat masing-masing.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar